Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

April Mop Yang Memilukan

Apabila ditanyakan kepada kaum muslimin apa hukum menipu, berbohong, usil yang menyakitkan hati atau menyakiti raga orang lain, tentu jawabannya adalah haram. Hal ini tentu sudah maklum.
Sekarang, tahukah Anda, saudara maupun saudariku kaum muslimin, bahwa ada suatu hari dimana berbohong, menipu dan menjaili orang lain, siapa pun, diperbolehkan? Hari April Mop jawabannya. Aneh kan? Lebih aneh lagi bila ternyata ada sebagian saudara kita kaum muslimn yang turut serta dalam even ini. Allohu yahdiihim waiyyana.
Apa Itu Hari April Mop?
April Mop, dikenal dengan April Fools’ Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu. Di beberapa negara seperti Inggris dan Australia serta Afrika Selatan, lelucon hanya boleh dilakukan sampai siang atau sebelum siang hari. Seseorang yang memainkan trik setelah tengah hari disebut sebagai “April Mop”. Namun di tempat lain seperti Kanada, Perancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda, dan Amerika Serikat lelucon bebas dimainkan sepanjang hari. Hari itu juga banyak diperingati di internet. (Wikipedia Indonesia).
Pada hari tersebut orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Mereka melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka, alias jail-jailan. Bila ada yang menyoal, biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop adalah hari di mana boleh dan sah-sah saja menipu siapa saja yang diinginkan, mulai dari teman, saudara, sampai orang tua sekalipun. Allohul musta’an.

Sabtu, 05 November 2011

MEMBANTU ANAK ANDA BERHASIL DI SEKOLAH

Lomba Puisi dalam PORSENI
Setiap orang tua pasti ingin anaknya berhasil di sekolah. Orng tua akan merasa sedih kalau melihat anaknya merasa kesulitan belajar dan memperoleh nilai yan kurang baik di sekolah.  Berbagai cara akan mereka lakukan untuk membantu anaknya itu: memanggil guru privat, dsb..  Berikut ini adalah beberapa tip yang dapat Anda coba untuk membantu anak Anda sukses di sekolah.
  • Fokuskan pada pekerjaan rumah (belajar di rumah).  Untuk setiap mata pelajaran, apakah anak Anda mendapatkan pekerjaan rumah dari gurunya atau tidak, pastikan dia membaca ulang buku catatan pelajaran mereka.  Ini akan membantu mereka ketika menghadapi tes atau ujian.  Dengan memperhatikan belajar anak di rumah, Anda juga membantu anak Anda siap untuk mengikuti pelajaran esok harinya, dan siap untuk bertanya kepada gurunya kalau ada sesuatu yang tidak ia mengerti.
  • Bantulah dia membuat jadwal belajar yang teratur.  Ini akan membantu anak Anda mempunyai kebiasaan yang tertib dan itu akan dibawanya dalam hidupnya di masa depan. 

Senin, 10 Oktober 2011

BAGAIMANA MEMBUAT ANAK SENANG BELAJAR

Belajar Menyenangkan di dalam Kelas
Sering saya mendengar keluhan orang tua yang prihatin karena anaknya tidak suka belajar dan lebih suka menonton televisi atau bermain game di komputer.  Para orang tua itu menyadari pentingnya pendidikan itu bagi masa depan anaknya dan mereka khawatir prestasi anak mereka di sekolah akan menjadi buruk kalau mereka tidak suka belajar.  Pengetahuan mereka bisa menjadi tidak luas dan tidak beragam sehingga akan menyulitkan mereka dalam memahami pelajaran di sekolah.

      Anak-anak yang mempunyai dasar pengetahuan yang luas dan latar belakang pengetahuan yang beragam akan menyenangi sekolah dan belajar.  Jika dibandingkan dengan anak-anak yang dasar dan latar belakang pengetahuannya kurang luas dan kurang beragam, mereka ini juga akan menganggap sekolah dan belajar itu lebih mudah dan lebih menarik.  Anda, sebagai orang tua, mempunyai hak dan tanggung jawab untuk memperkenalkan dunia ini kepada anak-anak Anda.  Dengan demikian Anda akan membantu mereka mengembangkan rasa senang belajar dan membangkitkan semangat belajar mereka.

Senin, 30 Mei 2011

Bunda, dimanakah aku di hatimu ?


Berawal dari kisah seorang anak yang cerdas dan mandiri. Ketika ia berada d kelas 1, Anwar tak pernah beralih dari peringkat pertama di kelasnya. Ia tumbuh menjadi anak yg cerdas dan kreatif, tak hanya dari segi akademis, Anwar pun cerdas secara spiritual, psikis dan emosional. Dia tak pernah menolak ketika ada teman sekelasnya yang meminta untul mengajarkan materi pelajaran yg tidak dimengerti, tak hanya itu, Anwar juga menjadi bintang kelas karena prestasinya di bidang olahraga futsal.
Bagaikan seorang pangeran yang mengenyam pendidikan di istana, Anwar adalah anak yg nyaris sempurna dg segala prestasi dan akhlak yang baik.

Namun perubahan drastis terjadi pada diri Anwar ketika ia berada di kelas 3 SD. Wajah yang biasanya berseri dengan senyum yg indah ketika memasuki pintu gerbang sekolah, kini berubah masam, badannya tak lagi tegak,  tubuhnya merunduk dan selalu menatap kebawah. Kini ia tak pernah berada di peringkat pertama di kelasnya lagi. Bukan karena saingannya bertambah berat, akan tetapi prestasinya lah yang menurun tajam. Tak kuasa aku melihatnya dengan kondisi seperti itu, tanda tanya besar selalu terbayang dalam benakku. Apa yang terjadi dangan anak ku yg cerdas ini? Jangankan bermain futsal, bahkan keluar kelas pun sangat jarang dilakukan ketika bel istirahat berbunyi.

Umar dengan Umur


Oleh: Moeflich Hasbullah

Umar bin Khattab (581-644) adalah khalifah yang telah membentangkan pengaruh Islam di sejumlah wilayah yang berada di luar Arab Saudi. Di masanya, Mesopotamia, sebagian Persia, Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara, dan Armenia, jatuh ke dalam kekuasaan Islam.
Kekuatan sebagai pemimpin sangat luar biasa, hadir berkat tempaan sang pemimpin agung, Muhammad Rasulullah SAW. Namun, dibalik kesuksesannnya sebagai pemimpin negara, Umar tetaplah seorang pribadi yang sangat sederhana.
Suatu hari, anak laki-laki Umar bin Khattab pulang sambil menangis. Sebabnya, anak sang khalifah itu selalu diejek teman-temannya karena bajunya jelek dan robek. Umar lalu menghiburnya. Berganti hari, ejekan teman-temannya itu terjadi lagi, dan sang anak pun pulang dengan menangis.
Setelah terjadi beberapa kali, rasa ibanya sebagai ayah mulai tumbuh. Tak cukup nasihat, anak itu meminta dibelikan baju baru. Tapi, dari mana uangnya? Umar bingung, gajinya sebagai khalifah tidak cukup untuk membeli baju baru. Setelah berpikir, ia pun punya ide. Umar menyurati baitul mal (bendahara negara).
Isi surat itu, (kira-kira bunyinya begini): "Kepada Kepala Baitul Mal, dari Khalifah Umar. Aku bermaksud meminjam uang untuk membeli baju buat anakku yang sudah robek. Untuk pembayarannya, potong saja gajiku sebagai khalifah setiap bulan. Semoga Allah merahmati kita semua."

Kamis, 19 Mei 2011

Mencermati Makna UTS, UAS, dan UKK

Sesuai permendiknas nomor 20 tahun 2007 tentang penilaian, bahwa yang disebut ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan penentuan keberhasilan belajar peserta didik.
Pelaksanaan penilaian/ ulangan ada yang menjadi kewenangan pendidik, ada yang menjadi kewenangan pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan, dan ada penilaian yang dilakukan oleh pemerintah. Penilaian yang menjadi kewenangan pendidik adalah ulangan harian yaitu kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu KD atau lebih. Sedangkan penilaian yang dilakukan pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan adalah ulangan tengah semester (UTS), Ulangan  Akhir Semester (UAS), dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK).

Sabtu, 14 Mei 2011

Hati Nurani VS Hawa Nafsu


Ternyata yang namanya petunjuk ataupun hidayah bisa didapat kapan dan di mana saja, dari sumber mana saja, baik sumber yang besar dan luar biasa ataupun dari sumber yang biasa-biasa saja. Sama halnya dengan yang saya dapat saat ini, padahal tidak biasanya Majalah Media Pembinaan yang setiap bulan saya dapatkan saya baca dengan baik. Kali ini LUAARR BIASA majalah bulanan edisi No. 10/XXXVII edisi Januari 2011 membuat saya tertarik untuk membacanya sehingga sampailah saya pada rubrik MP inspirasi halaman 35, pada halaman tersebut tertulis sebuah judul artikel yang sangat menarik : HATI NURANI vs HAWA NAFSU, berikut ini isi artikel yang ditulis secara apik oleh seorang GURU MI Selamaya Kab. Ciamis yang bernama Ludi Kamaludin tersebut.
Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kita semua sebagai makhluk hidup pasti mengalami kematian seuai dengan firman Allah dalam Al Quran yang tidak diragukan lagi kebenarannya. Namun demikian hamper semua manusia merasa seakan hidup ini masih lama padahal kapan ajal dating menjemput tak ada yang tahu kecuali Allah azza wajalla.
Begitu pula kita mengimani benar bahwa setelah kehidupan di dunia ini ada kehidupan yang kekal dimana baik dan buruknya ditentukan oleh kehidupan sekarang ini. Kita tinggal memilih dengan akal yang telah Allah anugerahkan jalan mana yang akan dilalui, walau terkadang keinginan dan ucapan tidsk sesuai dengan kenyataan dan perbuatan. Semua orang pasti ingin kehidupan di akhirat nanti dalam keadaan yang diridloi Allah tetapi kenyataan dalam kehidupan sekarang selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak diridloi-Nya.

Senin, 24 Mei 2010

ADAPTASI DALAM KELUARGA SAKINAH

Alasan klasik orang berpacaran sebelum memasuki jenjang pernikahan adalah untuk mengenal lebih dekat calon pasangan. Selain untuk mencoba saling memahami karakter dan kualitas pasangan, konon pacaran dapat dijadikan sarana untuk proses adaptasi yang lebih intens sebelum menikah. Sehingga, masing-masing pasangan lebih siap secara dini atas semua kelemahan dan kelebihannya. Pertanyaannya, percayakah anda terhadap teori itu?
Bagi penulis, pacaran tidak dapat dijadikan ukuran untuk mendalami karakter dan kualitas pasangan secara mendalam. Tahukah anda, bahwa pacaran itu ternyata hanya mampu mengantarkan para pelakunya untuk mengenali informasi tentang pasangan sebatas pada level permukaan. Bagi yang sudah berpengalaman, tentu memiliki jawaban sama dengan penulis. Betapa tidak, ketika berpacaran –dalam batas yang wajar—yang diperlihatkan dari sikap, perilaku, dan karakter masing-masing pasangan mungkin hanya 20-40 persen. Sisanya, antara 60-80 persen, sikap, perilaku, dan karakter aslinya masih disimpan rapat-rapat.  

Selasa, 18 Mei 2010

Prof Arief Rachman: Ada Sepuluh Ciri Sekolah Unggul

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco, Prof Arief Rachman, menyatakan, ada 10 ciri sekolah yang disebut unggulan. Menurutnya, jika suatu sekolah memiliki 10 ciri tersebut, maka, ia sudah layak dianggap sebagai sekolah yang unggul.
Pertama, kepemimpinan sekolah profesional. Pemimpin profesional, kata Arief, adalah pemimpin yang partisipatif, tegas, dan bertujuan, serta memiliki keterampilan, kemampuan, dan kemauan untuk memajukan sekolah. Kedua, semua warga sekolah memahami dan melaksanakan visi dan misi sekolah.
''Itu ditandai dengan adanya kesatuan pandangan dan arah mengenai visi, adanya konsistensi dan kebersamaan,'' ujar Arief, saat menjadi pembicara pada Seminar Edutainment di Hall Rama Shinta, Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/5).